SMS vs Push Email

Memang mengherankan, dari begitu banyak kemampuan yang disediakan dalam berbagai fitur teknologi di dalam ponsel, tidak sampai 10 persen digunakan para penggunanya. Pertanyaannya adalah apakah memang para penggunanya tidak mau membaca buku manual untuk memahami berbagai fitur yang disediakan atau kemampuan teknologi yang disediakan sebenarnya lebih cepat dari kemampuan konsumen untuk menyerapnya?

Dari jajak pendapat Litbang Kompas (1/3), terlihat secara jelas bahwa fitur teknologi pada ponsel seperti MMS, membuat catatan kecil, download ringtone atau wallpaper, mencek saldo di bank, layanan berita SMS, koneksi internet, ataupun mengirim dan menerima e-mail tidak pernah digunakan para konsumen ponsel. Saat ini teknologi SMS telah begitu menjamurnya, sehingga hampir dapat dikatakan bahwa SMS merupakan salah satu teknologi rakyat dengan alasan bahwa rakyat telah menggunakan teknologi ini secara luas. Namun, apakah kenyataannya demikian jika dipandang dari sisi efisiensi dan efiktivitas yang ditawarkan oleh teknologi SMS sebagai pembawa pesan maupun informasi?

Harga sebuah SMS berkisar Rp45 hingga Rp350 untuk SMS biasa, dan Rp500 s/d Rp2000 untuk SMS premium. Bahwa besaran sebuah SMS adalah 160 karakter, jika 1 karakter = 1 byte, maka kisaran 1 SMS adalah 160 byte, jika ditambah dengan atribut tambahan, walaupun beberapa jenis handset dapat menerima lebih dari 160 karakter, tetapi pada umumnya saya melihat hanya terbatas sampai 160 karakter saja. Jika kita artikan berarti biaya yang dikeluarkan utk 1 karakter adalah jika kita menulis penuh sebesar 160 karakter adalah Rp1,5 dengan asumsi biaya SMS adalah Rp250.

Jika yg kita pakai hanya 30 karakter berarti Rp250 dibagi 30 sama dengan Rp8 per karakter, cukup murah? Tapi jika kita memamai SMS itu setiap hari bisa mencapai 20-an dalam setahun dapat dibayangkan berapa yang kita keluarkan untuk biaya SMS. Cukup boros juga ternyata, dibanding dengan layanan push e-mail yang dihitung berdasarkan jumlah karakter yang kirim ataupun tarif flat. Beberapa tahun terakhir, para penyedia layanan selular bekerja sama dengan pihak ketiga mengembangkan sebuah teknologi yang menjawab keinginan konsumen akan sebuah layanan pesan yang efektif dan efisien, yang dikenal dengan nama push e-mail.

Salah satu vendor yang memperkenalkan teknologi ini adalah RIM dengan produknya yang dikenal dengan nama Blackbery. Push e-mail adalah sebuah teknologi yang mengizinkan sebuah e-mail berperilaku seperti sebuah SMS, yaitu anda bisa mengirim dan menerima kapan saja layaknya SMS. Begitu seseorang mengirim e-mail kepada anda, maka saat itu pula anda akan menerima e-mail tersebut di ponsel anda tanpa harus melakukan pemeriksaan secara manual seperti teknologi POP mail. Sebenarnya teknologi push e-mail sudah dikenal oleh masyarakat Jepang sejak lama, bahkan SMS sudah tidak berlaku di Jepang, karena semua ponsel telah menggunakan teknologi push mail meski brandingnya tidak menyebutkan bahwa yang mereka pakai adalah teknologi push mail.

Namun, di Eropa, Amerika dan tentu saja Indonesia, teknologi push mail masih cukup baru (terutama di Indonesia) dan belum setiap orang atau setiap ponsel dapat menikmatinya. Hal ini dikarenakan teknologi push mail masih berkaitan erat dengan penyedia layanan selular, device, serta software. Kawan saya sebut saja Anto seorang eksekutif pemasaran, tidak bisa hidup tanpa email katanya, setiap hari menurut pengakuannya menerima email lebih kurang 100-an yang terdiri dari 50 persen email urusan kantor, 30-40 persen dari mailing list sisa adalah e-mail pribadi dan junk. Bayangkan kalau kawan saya tadi itu harus setiap saat mengunjungi warnet, karena kawan tadi hidupnya mobile dari satu kota ke kota yang lain.

Waktunya di habiskan di jalan atau di cafe, coffee shop hotel. Untuk inilah layanan push email ini sangat berarti besar untuk kelancaran bisnisnya. Anto tidak harus bekerja terpaku di kantornya, tidak ada note book yang menurut dia terlalu besar untuk dijinjing kemana-mana. Tapi yang ada di sakunya senantiasa sebuah ponsel yang tersedia layanan push e-mail.

Mungkin saja kita sedang berada di luar kota, ketika ada e-mail penting masuk, berisi laporan keuangan dalam format excel yang harus di setujui, device blackberry akan langsung dapat membukanya, dan kita dapat langsung memutuskannya, tanpa harus menunggu kita pulang ke kantor.

Senang juga kan kalau kita menerima email dari sahabat yang menyertakan foto anaknya, berbagi cerita dan lain-lain, yang kalau diungkapkan melalui surat biasa sangat lama, atau kalau melalui sms, harus berapa puluh SMS sekali kirim:-) Dengan ponsel yang tersedia layanan push email ini kita dapat membaca secara mencicil email yang kita terima, misalnya ketika sedang sarapan, sedang menunggu client, ataupun sedang mengantri terjebak di kemacetan, memprioritaskan yang mana yang harus cepat dibalas, yang mana hanya berupa informasi.

Sekarang disini telah banyak operator operator selular yang sudah dapat melayani jasa layanan push e-mail ini, dan juga saat ini beberapa ponsel cerdas memiliki fitur email client Blackberry, jadi tidak terbatas pada satu merk saja. Bahkan operator selular menawarkan total solusi untuk bisnis, dengan menawarkan Blackberry Enterprise Server Plus yang ditujukan bagi pelanggan korporat, sehingga pelanggan korporat dapat menerima dan mengirim email internal kantor, berbasis Microsoft Exchange, Novel Wise, Lotus Domino dan email account yang berbasis POP3/IMAP melalui ponsel berfitur Blackberry. Nah, sekarang tinggal pilihan terletak pada kita sendiri, untuk bisnis saya sekarang ini, layanan apa yang sangat saya butuhkan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: