Mobil Diesel Jadi Alternatif

Harga minyak meroket. Anggaran harus dikalkulasi ulang. Tak terkecuali dalam urusan mobil. Bagi pelaku industri otomotif, itu bisa berarti peluang. Membuat mobil bermesin diesel dengan sistem injeksi yang irit BBM jadi prioritas.

Produsen mobil terus melakukan terobosan. Bukan hanya menyangkut model dan berbagai fasilitasnya, tapi juga mesin. Maklum, dengan makin mahalnya harga BBM, produsen pun tergerak untuk menawarkan mobil hemat yang tetap hebat dan menarik.

28838.jpg

Kini, mobil bermesin diesel pun dipercanggih dengan sistem injeksi yang mampu melakukan pencampuran tepat antara bahan bakar dan udara. Dengan begitu, mobi bermesin diesel kini mampu memaksimalkan pembakaran.

Lebih dari sekadar lebih hemat BBM, mobil bermesin diesel dengan sistem injeksi juga mampu mereduksi emisi karbondioksida secara signifikan.

Mobil jenis ini bakal sangat dibutuhkan, apalagi mengingat Uni Eropa sejak 2005 memberlakukan larangan kandungan sulfur pada bahan bakar diesel yang melebihi 50 ppm (parts per millio). Pada 2009, aturan baru diberlakukan dengan batas sulfur hanya 10 ppm.

Karenanya, beruntung sudah ditemukan metode teknis menangkap partikel karbon dengan alat penyaring. Dengan memasang katalitik oksidasi (oxidation catalysts), emisi gas CO dan HC akan tereduksi.

Rahasia lain di balik sukses mesin diesel terdapat pada nilai efisiensi. Mesin diesel yang mengandalkan ledakan di ruang bakar melalui kompresi tinggi memiliki energi gerak lebih besar ketimbang mesin bensin.

Lantaran keistimewaannya itu, penggunaan bahan bakar pada mesin diesel dapat ditekan 35% hingga 45%. Bandingkan dengan mesin bensin yang hanya mampu menekan konsumsi 26% hingga 30%.

Dalam kurun waktu 15 tahun belakangan, populasi kendaraan bermesin diesel di dunia menunjukkan pertumbuhan tinggi. Nilai efisiensi tinggi dari mesin diesel, bagaimanapun, telah membawa dampak penghematan pada biaya konsumsi bahan bakar.

Fakta ini bisa dilihat dari hasil yang diberikan Chevrolet Captiva bermesin diesel. Untuk membuktikannya, Captiva bensin 4-silinder bertenaga 136 hp dan diesel common-rail 150 hp dapat dijadikan perbandingan.

Captiva diesel mampu mencatat kecepatan 120 kilometer per jam dari 80 kilometer per jam hanya dalam 11,7 detik (pada gigi 5). Sedangkan Captiva bensin membutuhkan waktu 17,0 detik untuk hal yang sama.

Di sisi lain, Captiva bensin berkapasitas mesin 2.4-liter menghabiskan bensin 9,3 liter per 100 kilometer. Captiva 2.0D hanya membutuhkan 7,6 liter per 100 kilometer.

Dengan kata lain, versi mesin bensin membutuhkan pengisian bahan bakar setiap 698 kilometer, sedangkan mesin diesel mampu berjalan sejauh 855 km dengan sekali mengisi bahan bakar penuh.

Bukti lain dari mesin diesel ditawarkan Toyota Fortuner. Dengan menggunakan mesin diesel commonrail berkapasitas 2.5 liter (2.494 cc), 4 silinder segaris, Toyota Fortuner cukup bertenaga.

Toyota Fortuner Diesel, yang dijual dengan harga on the road di Jakarta Rp279 juta, bisa jadi alternatif bagi orang yang menginginkan mobil dengan sosok yang besar sekaligus hemat BBM.

Konsumsi solar Toyota Fortuner Diesel termasuk hemat, yakni 1 liter untuk menempuh perjalanan sejauh 10,1 kilometer di dalam kota. Jika mobil digunakan ke luar kota, di mana mobil dipacu dengan kecepatan konstan untuk waktu yang lama, konsumsi solarnya lebih irit lagi, yakni 1 liter untuk perjalanan 12,2 kilometer per jam.

Selain Captiva dan Toyota Fortuner, Audi Q7 3.0 TDI Quattro bisa juga jadi pilihan. Q7 yang belum lama ini diluncurkan, menggunakan mesin diesel TDI Quattro 3,0 liter yang lebih hemat dibandingkan versi bensinnya.

Q7 juga diklaim ramah lingkungan. Keunggulan lainnya: mampu menempuh jarak Jakarta-Surabaya 952 kilometer dengan bahan bakar solar 100 liter sesuai kapasitas tanki.

Mobil berkapasitas tujuh penumpang ini dibanderol Rp1,525 miliar (on the rood Jakarta) atau Rp400 juta lebih murah dibandingkan versi bensinnya yang masuk ke pasar Indonesia sejak 2006.

Sebetulnya, masih banyak pilihan bagi konsumen yang mencari alternatif mesin diesel dengan berbagai varian sesuai kemampuan finansial dan kebutuhan.
Bahwa ada anggapan mobil berbahan bakar solar mengeluarkan suara berisik, tak bertenaga, banyak getaran, dan sumber polusi, kini tak lagi relevan. Sebab, faktanya, mesin diesel yang sudah berevolusi kini mampu menghadirkan suara halus, performa tinggi, dan rendah emisi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: