Madu Sialang : Pangkalan Kerinci

Taman Nasional (TN) Tesso Nilo di Kabupaten Pelalawan, Riau, tak hanya terkenal sebagai pusat konservasi gajah. Ternyata kini TN Tesso Nilo juga menjadi tempat yang potensial bagi warga Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, untuk mengembangkan usaha mereka. Warga memanfaatkan hasil hutan, yakni madu hutan.
Memang produknya belum begitu dikenal, karena baru dipasarkan di beberapa tempat, seperti Batam dan Pekanbaru. Namun sejak usaha ini dibina oleh World Wild Fund (WWF) dan Dinas Tenaga Kerja setempat, hasil usaha kelompok tani Usaha Madu Sialang Ungkup ini mulai berani bersaing dengan produk madu lainnya.
Bahkan menurut T Effendi, yang dipercaya untuk memasarkan madu buatan warga sekitar TN Tesso Nilo ini, Pemerintah Kabupaten Pelalawan sekarang ini sudah menyiapkan satu rumah toko (ruko) di kawasan Grand Sudirman Blok B1 Jalan Parit Indah, Pekanbaru, Riau. Ruko ini akan menjadi pusat penjualan madu dan produk lainnya sebagai suvenir dari Tesso Nilo.
“Peran WWF dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pelalawan, cukup besar sehingga usaha kelompok tani di Desa Lubuk Kembang Bunga ini bisa terorganisasi dan tertata rapi. Kami tidak hanya dibantu dana, tetapi juga diberi alat untuk mengukur kadar air serta pelatihan bagaimana mengembangkan potensi ini menjadi pendapatan tetap warga di sini,” jelas Effendi kepada SH, di Tesso Nilo, beberapa waktu lalu.
”Yang lebih penting lagi, kami juga dibantu memasarkan produk kami dengan cara memasukkannya dalam wadah internet yang bisa diakses di website indonetwork.co.id kolom makanan serta punya stan di Pekanbaru,” katanya.

Sulit Memasarkan
Awalnya kelompok tani di Desa Lubuk Kembang Bunga yang beranggotakan 22 orang ini mengaku sulit memasarkan madu produk mereka. Saat itu, madu belum dikemas dalam bentuk botol dan galon, tetapi dijual menggunakan jerigen kepada siapa pun dengan harga murah.
“Waktu itu, madu kami jual apa adanya, tanpa mengindahkan kadar air dan pola produksi. Selain itu, kami juga mengalami kesulitan untuk memasarkan, sehingga madu dijual dengan harga murah dengan pertimbangan yang penting laku,” kata Effendi.
Menurutnya, madu hutan alam Tesso Nilo ini dihasilkan oleh lebah alam (Avis dorsata) yang bisa ditemui di atas pohon kruing dan suluh batang serta pohon kayu lainnya. Jenis pohon ini banyak ditemui di hutan alam Tesso Nilo dengan ketinggian rata-rata 30 meter.
Semasa hutan alam Tesso Nilo masih perawan tahun 1994, madu bisa dipanen sedikitnya dari 500 pohon kruing dan suluh batang. Sejak maraknya penebangan liar, paling banyak madu bisa ditemukan di 200 sampai 300 pohon.
“Sekarang ini dalam sebulan madu yang bisa dihasilkan hanya 2-3 ton, tapi sebelumnya mencapai 5-7 ton,” papar Effendi yang harus berjalan delapan kilometer untuk mendapatkan madu.
Effendi yang ditemani anggota kelompok tani usaha madu Sialang menceritakan cara pengolahan madu alam ini. Ia mengaku pengolahan dilakukan secara higienis, tanpa remas tangan dan tidak menggunakan campuran bahan kimia.
“Madu yang masih mentah dimasukkan dalam tempat penampungan untuk diketahui kadar airnya menggunakan alat dehumidifier bantuan dari WWF. Setelah itu madu diendapkan selama 4-5 hari, kemudian baru dimasukkan dalam botol ukuran 250 gram dan galon ukuran satu kilogram yang sudah diberi cap Madu Sialang Tesso Nilo,” tambah Effendi.
Ia menambahkan Madu Sialang dari Tesso Nilo dalam memasarkannya belum bisa jual putus, tapi masih menggunakan sistem titip di apotek seluruh Batam, Pekanbaru, dan Tembilahan. Namun, lanjutnya, kelompok tani di sana cukup optimistis madu hasil usaha mereka akan laku di pasaran.
“Madu asal Tesso Nilo ini, rasanya beda dengan madu yang diproduksi dari lebah peliharaan seperti yang banyak dijual di apotek dan supermarket,” ujar Effendi seraya berharap UKM ini bisa berkembang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: