Wall Street Ambruk, 700 Miliar Dolar Raib. Krisis Finansial AS

NEW YORK- Saham-saham AS turun tajam pada Rabu (17/9) waktu setempat, di tengah kekhawatiran akan lebih banyak bank-bank besar yang gagal meski pemerintah AS menyelamatkan raksasa asuransi bermasalah American International Group Inc (AIG).

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 449,36 poin (4,06 persen) menjadi 10.609,66. Sekitar USD 700 miliar uang investor menguap begitu saja.

Indeks Standard & Poor’s 500 turun 57,20 poin (4,71 persen) pada 1.156,39. Serta indeks composit Nasdaq kehilangan 109,05 poin (4,94 persen) ke posisi 2.098,85.

Saham-saham perusahaan keuangan memiliki kinerja paling buruk. Sehari seteh Federal Reserve mengumumkan akan memberikan dana talangan kepada AIG, Wall Street kembali mengkhawatirkan adanya perusahaan finansial lainnya yang senasib dengan raksasa asuransi di AS itu.

Sentimen negatif mengarah ke Goldman Sachs Group Inc dan Morgan Stanley, kedua bank investasi AS tersebut mengalami penurunan terburuk mereka.

Seperti diberitakan, untuk kali kedua bulan ini, pemerintah AS kembali turun tangan melakukan misi penyelamatan. Menyusul penyelamatan atas dua bank KPR terbesar di AS, Fannie Mae dan Freddie Mac, Selasa malam (16/9) atau Rabu (17/9) US Federal Reserve atau The Fed (bank sentral AS) giliran menjamin perusahaan swasta lain, American International Group Inc. (AIG).

Hal ini dilakukan untuk mencegah kebangkrutan perusahaan asuransi terbesar di dunia. Menurut The Fed, kebangkrutan AIG akan meningkatkan gejolak di pasar dan mengancam ekonomi yang masih rentan.

The Fed memutuskan menyediakan pinjaman darurat USD 85 miliar (sekitar Rp799 triliun dengan kurs Rp9.400 per USD).

AIG diambang pailit setelah gejolak pasar uang lebih dari seminggu. Sebelumnya, pasar bergejolak akibat bangkrutnya raksasa bank investasi Lehman Brothers dan penjualan Merrill Lynch ke Bank of America.

Apa yang terjadi pada AIG juga hanya berselang sembilan hari setelah pemerintah AS menasionalisasi dua bank KPR terbesar di negara itu, yaitu Fannie Mae dan Freddie Mac, akibat ambruknya properti dan pasar realestat Amerika.

Bisnis AIG melibatkan banyak institusi keuangan di dunia dan asuransi dengan aset senilai USD 88 miliar (sekitar Rp 827,2 triliun), termasuk kredit perumahan dan kredit korporasi. Keputusan untuk menyelamatkan AIG berkebalikan dengan pernyataan pemerintah pekan lalu. Saat itu, Menkeu Paulson tegas menolak menggunakan dana pembayar pajak untuk menyelamatkan Lehman Brothers Holding Inc.

Penyelamatan AIG ternyata tak terlalu menolong pasar. Meski kepanikan sempat reda, para investor dan pelaku pasar masih waswas. Indeks Dow Jones Industrial Average turun hampir 250 poin.

Senin lalu, setelah kebangkrutan Lehman Brothers, indeks Dow Jones terpuruk 504 poin atau terbesar sejak tragedi September 2001. Selasa, indeks Dow Jones sempat kembali naik 141 poin setelah The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga 2 persen.

Tetapi, kemudian indeks kembali terperosok. Dow Jones tersuruk 249.15 poin atau 2,25 persen ke level 10.809,87. ‘’Situasinya masih belum pasti,’’ kata Jack A. Ablin, chief investment officer Harris Private Bank. Dia menggarisbawahi bahwa AIG masih perlu membeberkan posisi investasinya, menjual aset, dan mendapat tambahan suntikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: